Ajian Asmaragama: "Hong hyang-hyang kamajaya dumateng kerasikan, surap-sara surap sareng asmara, prahasaning wanita (jabang bayine) kanang ulun cipta sing dayang aji asmaragama, myang wisesang paduka sang hyang kamajaya"
Tampilkan postingan dengan label rahasia anti hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia anti hamil. Tampilkan semua postingan

Rahasia dan Mitos Kondom

Ada banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahuilah fakta dan manfaatnya.
Mitos: Tetap bisa hamil meski pakai kondom
Fakta: Kondom dibuat dengan tujuan mencegah kehamilan. Memang tetap ada risiko bocor atau kondom sobek, tapi persentasenya sangat kecil.

Mitos: Kondom mengurangi kenikmatan seksual
Fakta: Saat ini proses pembuatan kondom sudah mengalami banyak perbaikan. Kondom dibuat dari material yang tipis, elastis, dan awet sehingga tidak mengurangi sensitivitas kulit. Kondom juga tersedia dalam aneka pilihan warna dan rasa yang dapat membuat permainan cinta Anda dan pasangan semakin membara.
Mitos: Kondom menimbulkan alergi
Fakta: Kebanyakan kondom terbuat dari lateks. Hanya 1-3 persen orang yang alergi terhadap bahan ini. Ada pula kondom nonlateks. Jika Anda alergi lateks, pilih kondom berbahan baku poliuretan. Kedua jenis kondom ini terbukti sama efektifnya.
Mitos: Kondom lebih baik dipakai bersama krim, pelumas, dan gel
Fakta: Gel, krim tertentu, baby oil atau hand body, justru dapat memicu rasa gatal, terbakar, dan reaksi alergi lain. Zat-zat di dalam gel dan krim juga dapat merusak kondom. Krim dan pelumas mengandung minyak yang dapat cepat menciptakan lubang pada lateks. Jika ingin menggunakan pelumas, pilih kondom dari bahan poliuretan karena aman digunakan bersama minyak dan pelumas berbahan dasar air.
Mitos: Memasang kondom meredupkan ereksi
Fakta: Hal ini memang dialami sejumlah orang. Namun, data yang ada, kebanyakan lelaki bisa mempertahankan ereksi selama 15 detik selama memasang kondom.

Resep Untuk Mencegah Kehamilan

Resep Untuk Mencegah Kehamilanobat mencegah kehamilan
Keluarga Berencana sudah diketahui oleh nenek moyang kita dahulu kala. Jika seorang ibu sudah mempunyai anak yang cukup banyak dan merasa repot atau kesukaran memelihara anak yang banyak itu.
Keluarga Berencana sudah diketahui oleh nenek moyang kita dahulu kala. Jika seorang ibu sudah mempunyai anak yang cukup banyak dan merasa repot atau kesukaran memelihara anak yang banyak itu.
Maka untuk tidak menambah beban yang lebih berat lagi. Anda bisa melakukan upaya pencegahan kehamilan dengan cara seperti berikut ini :
1. Ambil ragi 1/4 bulatan.
2. sesendok kecil merica.
3. Air panas 1/2 gelas.
4. 3 tetes air cuka.
Cara membuatnya:
Gilaslah merica sampai halus (lembut) kemudian semua bahan diaduk menjadi satu hingga merata. Ramuan ini diminum sesudah terlambat datang bulan sehari. Lakukan berturut-turut sampai empat hari dengan cara secamam ini mudah-mudahan anda berhasil.
Resep Ke dua Mencegah kehamilan
Tidak punya anak merupakan masalah yang sering bikin kepala pusing. Tetapi memiliki anak yang berlebihan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Bagi mereka yang merasa telah memiliki banyak anak dan ingin berhenti menambah jumlah anaknyabisa memakai ramuan tradisional kami ini.
Ambillah 2 batang kunyit sepanjang tiga sentimeter sebesar jari kelingking. Panggangah di atas api yang kecil. Usahakan agar kunyit itu tidak sampai hangus.
Setelah memanggangnya 2-3 menit, tumbuklah kunyit itu sampai halus. Campurkan 1/4 sendok teh garam dapur, beri air satu gelas. Lalu peraslah kemudia saring.
Ambil airnya kemudian minum. Gunakan ramuan selama 1 minggu, setiap pagi dan malam hari, niscaya si bungsu tak mendapat adik lagi.

Rumus Anti Hamil

Menghitung masa subur dengan siklus haid

Menghitung masa subur dengan siklus haid dan melakukan pantang berkala atau lebih dikenal dengan sistem kalender merupakan salah satu cara atau metode kontrasepsi alami (Kb alami) dan sederhana yang dapat dikerjakan sendiri oleh pasangan suami istri dengan cara tidak melakukan sanggama pada masa subur.

Metode ini efektif bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender, maka setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya. Sebelum menggunakan metode ini, tentunya pasangan suami istri harus mengetahui masa subur.

Siklus masa subur pada tiap wanita tidak sama. Untuk itu perlu pengamatan minimal 6 kali siklus menstruasi. Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur :

Asumsi bila siklus haid teratur (28 hari) :
Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Contoh :
Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus (senggama dimana tidak mengeluarkan sperma didalam).

Bila siklus haid tidak teratur :
Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh :

Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jila ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus.

Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender dapat menghindari risiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi. Bagi keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi sangat cocok untuk menggunakan metode kontrasepsi ini selain tidak memerlukan biaya juga tidak perlu mencari tempat pelayanan kontrasepsi.

Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang baik antara suami istri karena metode ini perlu kemauan dan disiplin pasangan dalam menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang. Tapi bukan masalah bila saja pasangan membiasakan menggunakan kondom pada saat subur/air mani jangan keluarkan diluar kemaluan pasangan anda.

.

Hot Myspace Comments